Pada suatu hari, ada seorang putri yang lemah gemulai di suatu kerajaan. Sang putri hidup dengan bahagia di kerajaan tersebut. tapi di saat sang putri mulai kebosanan dengan semua kemewahan yang ada, dia mulai ingin merasakan menjadi rakyat biasa.
Akhirnya ia meminta izin kepada kedua orang tuanya yaitu raja dan ratu kerajaan. Diapun berangkat dengan seorang pengawal yang menyamar menjadi laki-laki desa biasa. Sesampainya sang putri di suatu desa ia melihat orang-orang di sekitarnya yang penuh dengan senyum dan tawa bahagia mereka. Mereka tidak mengetahui bahwa ia adalah sang putri raja yang menyamar menjadi orang desa biasa.
Setelah mencari-cari tempat untuk tinggal akhirnya sang pengawal itupun pulang kembali ke kerajaan dan sang putri kini hidup bersama seorang nenek tua yang sebatang kara. Dia pun menjalani hari-harinya dengan begitu tenang dan begitu bahagia.
Dan suatu ketika, di saat tuan putri di suruh belanja oleh nenek ke pasar ia bertemu dengan seorang lelaki tampan dan baik hati sedang menjaga toko dagangannya. sang putri pun jatuh hati padanya, ia akhirnya berkenalan dengan sang penjaga toko itu.
Mereka berdua semakin akrab dan semakin dekat. sepertinya sang penjaga toko pun menyukai sang putri tersebut. karna mereka sudah merasa cocok sang penjaga toko itu memberikan sendok kepada sang putri, putri pun terheran-heran mengapa penjaga toko itu memberikan sendok itu dan harus di jaga sebaik-baiknya oleh putri itu.
Sang putri hanya mengiyakan saja dan menyimpan sendok itu sebagai kenang-kenangannya.
Dan di suatu hari sang putri sakit keras dan harus di bawa pulang ke kerajaannya. ketika itu sang penjaga toko tidak mengetahui dimana keberadaan sang putri. nenek itu juga tidak memberitau dimana sang putri berada.
Di malam hari dengan bulan purnama dan bintang yang indah berkelip. sang penjaga toko itu bermimpi bahwa wanita yang ia sukai itu adalah seorang putri raja. dalam mimpinya sang putri membawa sendok yang ia berikan kepadanya dan mengatakan "inikah lambang keabadian kita?" penjaga toko itu mengangguk dan mengeluarkan pasangan sendok itu, garpu.
Ia pun terbangun dari tidurnya di pagi hari. ketika itu orang-orang ramay di sepanjang jalan. penjaga toko itu pun keluar dan melihat ada kereta kencana dengan 2 dayang 6 kuda dan 12 pengawal di belakangnya. kemudian dengan perlahan keluar dari kereta kencana itu seorang putri cantik yang menghampiri si penjaga toko.
Penjaga toko itu hanya terdiam. sekilas ia tidak menyadari bahwa itu adalah wanita yang ia cintai selama ini. sang putri pun mengeluarkan sendok dari saku celananya. dan penjaga toko itu teringat ia akhirnya mengeluarkan garpu pasangan sendok itu dari saku celanaya yang selama ini ia selalu simpan dan ia jaga dengan baik.
"aku ingin engkau menjadi garpu yang selalu ada di sampingku, karna tanpamu aku merasa tidak sempurna untuk di pakai makan"
"dan aku juga ingin engkau menjadi sendok yang selalu menyempurnakan hadirku dalam setiap keadaan apapun"
sendok ..
garpu ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar