Popular Posts

Rabu, 27 Maret 2013

ke-Idealan Pancasila Dalam Bernegara dan Berbangsa


         
           

            Pancasila tentu sudah menjadi identitas bangsa ini sejak dahulu, sudah umum rupanya jika di katakan bahwa Pancasila ialah dasar negara ini. Tapi bagaimana dengan eksistensi Pancasila dalam masyarakat yang multikultural? apa Pancasila akan pudar? pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang akan kita jawab asalkan kita mengetahui poin-poin Pancasila. Dan setelah kita tau dan pahami barulah kita amalkan nilai-nilai yang terkandung dalam identitas negeri ini yang menyebabkan kita hidup dalam keidealan bernegara dan bertanah air.

        Sudah sepantasnya kita pahami nilai-nilai yang berada pada poin-poin pancasila yang selalu kita ucapkan dan kita dengar. Masyarakat sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata “Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia”. Tapi apa kita merasakan kata-kata itu benar di aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari? Dalam kehidupan bernegara dan bertanah air, sudah sepantasnya kita menggunakan Pancasila sebagai patok ideal untuk menjadi warga Negara Indonesia.
Sebelum kita membahas betapa idealnya masyarakat Indonesia jika mengamalkan Pancasila, mari kita pahami setiap poin dalam Pancasila tersebut dengan memahami maksud dan tujuan dari poin-poin tersebut.
Dan dari yang saya ketahui, saya mengutip dari ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila sebagai pokok bahasan kita dalam menuju masyarakat Indonesia yang ideal.

36 BUTIR-BUTIR PANCASILA
1. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
  • Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 
  • Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. 
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. 
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. 
2. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  • Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. 
  • Saling mencintai sesama manusia. 
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa. 
  • Tidak semena-mena terhadap orang lain. 
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. 
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 
  • Berani membela kebenaran dan keadilan. 
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 
3. SILA PERSATUAN INDONESIA
  • Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. 
  • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. 
  • Cinta Tanah Air dan Bangsa. 
  • Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. 
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. 
4. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
  • Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. 
  • Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. 
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. 
5. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
  • Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. 
  • Bersikap adil. 
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 
  • Menghormati hak-hak orang lain. 
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain. 
  • Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. 
  • Tidak bersifat boros. 
  • Tidak bergaya hidup mewah. 
  • Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. 
  • Suka bekerja keras. 
  • Menghargai hasil karya orang lain. 
  • Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 
Dari poin-poin di atas yang sudah kita ketahui apa butir-butir yang terkandung dalam Pancasila, saya akan membahas sedikit apa hubungannya masyarakat yang ideal dengan Pancasila. Jika anda semua ketahui dari sila yang pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” ketika kita mengamalkan poin tersebut kita akan memiliki rasa ketuhanan yang sangat besar. Mungkin anda semua tahu, jika ada seseorang yang memiliki tuhan dan ia sangat taat pada tuhannya maka ia akan selalu terlihat baik sikapnya, memiliki rasa saling mencintai dan mengasihi sesama, sehingga menjadikan negeri ini negeri yang damai dan sejahtera. Hal tersebut dapat menjadikan Indonesia lebih tenang dan damai, masyarakat yang sangat sedikit sekali perseteruan akan terwujud di tanah air Indonesia ini.
Dan pada sila ke-dua “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” dapat kita ketahui bahwa ketika masyarakat mendalami dan mengamalkan sila yang ke-dua ini akan tercipta keidealan bangsa Indonesia. Sebagai contoh, apabila ada seorang warga Indonesia yang memiliki nilai ketuhanan, maka saya jamin orang tersebut juga memiliki sifat berkemanusiaan yang akan saling menyayangi dan mencintai, saling bergotong-royong karena memiliki rasa kekeluargaan dalam bernegara.
Lanjut kepada sila yang ke-tiga “Persatuan Indonesia” yang dimana jika kita warga negara Indonesia yang ingin menuju keidealan bangsa Indonesia maka kita membutuhkan sebuah persatuan yang kokoh. Sangat berhubungan sekali dengan sila yang sebelumnya, apabila masyarakat Indonesia sudah menerapkan dalam kehidupannya kedua nilai tersebut sudah di pastikan sebuah persatuan pun akan tercipta. Dengan rasa cinta kepada tuhannya maka akan menimbulkan juga rasa cinta terhadap sesama yang akhirnya menjadikan rasa persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memang globalisasi sangat mempengaruhi warga Indonesia menjadi semakin jauh dari nilai Pancasila, tapi menurut saya untuk sila pertama dan kedua semuanya dapat dengan mudah terlaksana asalkan ada niat. Dan sila ke-tiga ini ketika masuk pengaruh globalisasi sangat sulit untuk bersatu, dan lebih banyak mementingkan ego individual. Tapi, dengan mendalami sila ke-tiga ini kita hampir dapat mewujudkan keidealan berbangsa dan bernegara.
Memasuki sila yang ke-empat, yakni sila “Kerakyatan Yang Di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan” menunjukan rasa untuk saling bermusyawarah dengan hati nurani dan tanpa ada keegoisan dalam musyawarah. Setelah menemukan rasa persatuan, keidealan Negara Indonesia pula akan tercipta ketika semua dapat bermusyawarah dengan baik, benar dan adil tanpa memandang dengan sebelah mata. Tanpa itu semua, tidak akan nada keseimbangan dalam Negara tercinta ini Negara Indonesia.
Terakhir, sila yang paling sulit di laksanakan setelah sila-sila sebelumnya ialah “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Kenapa saya menyebutkan sila ini adalah sila tersulit untuk di laksanakan ialah karena untuk menegakkan keadilan itu perlu perjuangan yang sangat berat. Tanpa memandang suku, budaya, jenis, keturunan, status sosial, atau apapun yang menjadi perbedaan keadilan itu harus di tegakan. Sebetulnya, keadilan ini bisa di tegakan dengan syarat keempat sila yang sebelumnya harus teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, setelah semuanya tercipta dan tertanam dalam jiwa setiap rakyat Indonesia dengan penuh percaya saya yakin kita akan pencapai keidealan sebagai warga Negara Indonesia.
Kesimpulan dari semua ini ialah, bahwa kita harus senantiasa mewujudkan nilai-nilai pancasila ini karena semua butir-butir Pancasila ini tidak bertentangan dengan asas mana pun. Jika kita pahami dan dalami lagi maksud dari dasar Negara ini, kita akan tau alangkah baiknya kita jika mewujudkan Pancasila ini. Pengaruh globalisasi memang besar tapi jika kita mempunyai komitmen terhadap pancasila maka kita akan senantiasa melewatinya dengan ringan dan tanpa hambatan. Tentu perbedaan dari berbagai macam warga Negara Indonesia yang multikultural juga dapat di satukan dengan rasa persatuan yang sangat mendalam tertanam dalam setiap jiwa masyarakat Indonesia. Aktualisasikan nilai pancasila dan mulailah hidup ideal dalam bernegara dan berbangsa.


lomba blog pusaka indonesia 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar