Popular Posts

Selasa, 26 Maret 2013

saat mimpi itu begitu terasa


CERPEN ...

Gelap ku mulai petualangan bawah sadar, tenggelam dalam berjuta kenikmatan kehidupan. Malam itu ku berjalan di sebuah jalan yang gelap, dengan berjuta keberanianku, ku teguhkan kaki ini untuk tetap melangkah untuk mencapai suatu tujuan.
Huh.. aku benar-benar tak tau kemana kaki ini melangkah. Semakin lama semakin gelap, hingga sampai ke suatu tempat dan melanjutkan ke tempat lain.
Di tengah perjalanan, ada sedikit rasa takut dari ke anehanku. Takut dalam kegelapan, dan keanehan jalan yang ku tapaki berubah-ubah dan begitu berkelok-kelok.
Melangkahkan kaki dalam kesunyian malam sendiri, entah apa yang sedang ku cari. Aku tak tau dimana teman-temanku, keluargaku, tetanggaku, sahabat-sahabatku semua menghilang meninggalkanku.
Aku sempat menghilang dalam kegelapan, seakan semua berakhir. Namun kemudian aku muncul kembali dan tetap dalam keadaan sendiri.
Berat ku tapaki, naum tetap ku jalani hingga akhirnya ku temukan segerombolan manusia yang tak jelas pancaran mukanya. Akupun terus bertanya-tanya… “siapa mereka?” kaki ku tak mau berhenti dan selalu ingin melangkah dengat cepat. hingga sepasang kakiku ini membawaku mendekat pada segerombolan manusia yang tak jelas tampak wajahnya. Hingga kini aku tak pernah tau siapa mereka.
Seketika tanganku di cengkram oleh gerombolan itu, terdiam dan hanya terdiam. Hanya itu yang dapat aku lakukan, ingin menangis. Tapi itu sangatlah sulit, sepertinya air mataku mengering dan seolah tak ingin membasahi pipiku dan tangan seorang dari gerombolan itu yang menutup mulutku dengan teramat kencang.
Aku ingin melepas jari-jari besar yang menutup mulut dan hidungku. Tapi apa daya ku tak kuasa, badanku sungguh sangat lemah.. lemah.. bangett…
Semakin lama aku tak dapat bernafas, pengap rasanya. Seakan-akan aku akan menghakhiri hidupku.. badan ini udah kelepek-kelepek kehabisan oksigen. Dasar tuh manusia ga punya pri kehidupan orang cantik..
Sepertinya tubuh ini sudah tidak kuat lagi dengan kepengapan dalam cengkraman ini, dan akhirnya kupun tersadar dan terbangun..
:ngapppppppppppppppppp:
Huaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhahhhhh…………
Ternyata jari-jari besar itu adalah bantalku sendiri yang menutupi seluruh wajahku, karena badanku yang telungkup.
Huft.. Alhamdulillah Cuma mimpi…
Hihihihi………
So, friend.. posisikan tidurmu dengan baik.. 


-sarah sa'adah al-kautsar-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar